Kenapa Saya Mesti Menulis


Banyak sekali alasan bagi orang lain untuk memulai kegiatan menulis sebagaimana saya pula, saya punya beberapa, tapi yang beberapa itu saya ingin tulis satu persatu. Nah, di artikel bertajuk “Kenapa Saya Mesti Menulis” nomor #1 ini saya akan beberkan alasan paling mendasar atau esensial dari kegemaran saya menulis. Bisa jadi kita memiliki motivasi yang sama, pun jika tidak, setidaknya kita bisa berbagi inspirasi. Waah.

#1 Membuktikan Eksistensi Diri

Indonesia merdeka perlu diakui dengan dua cara, masih ingat? Secara de facto dan de jure, ini mah pelajaran PKN dulu lah ya. De facto (saya mohon maaf kalau penjelasannya kurang nanti) adalah pengakuan secara non formal, misalnya telah diakui memiliki wilayah, pemerintahan dan warga negaranya cuma pengakuan sebatas di mulut saja. Ia tidak berdasar hukum. Lain dengan de jure yaitu pengabsahan atau pengesahan bahwa Indonesia telah merdeka dengan cara resmi.

Eksistensi diri bisa dikatakan terbukti tentu juga karena adanya pengakuan. Sebagai misal, agar orang percaya kamu adalah seorang siswa kamu mesti kasih lihat kartu pelajar atau minimal pakai baju anak sekolahan. Agar orang percaya kamu adalah karyawan di perusahaan X kamu mesti kasih lihat buktinya.

Seseorang mesti melakukan hal-hal yang tidak biasa jika mau eksistensi atau keberadaannya diakui. Ada buktinya kalau dia benar-benar ada dan hidup di dunia ini. Menulis adalah salah satunya.

Banyak hal-hal penting dan menakjubkan di dunia ini yang pada akhirnya berlalu begitu saja tanpa meninggalkan manfaat, karena tidak ada yang mau menuliskannya. Cerita hidup juga sebuah hal penting yang baru bisa dikatakan sejarah kalau sudah dituliskan dan orang lain membenarkannya.

Tulisan adalah bagian dari karya yang kemudian membuktikan keberadaan penciptanya. Ia (tulisan/karya) adalah “jasad kedua” yang bisa membuat orang masih tetap ingat walaupun sejati sang pencipta tidak ada lagi di dunia. Ingat nama Leonardo Da Vinci dengan mahakaryanya yang tetap disebut-sebut sampai sekarang? Salah satunya lukisan Mona Lisa yang misterius itu. Da Vinci sendiri sudah meninggal sejak tahun 1951. Kemudian dari jagad sastra ada nama Jalaludin Rumi dengan syair-syair tauhid atau ketuhanannya. Ada Khalil Ghibran dengan syair-syair romantisnya. Dari negeri sendiri ada Chairil Anwar. Mereka semua adalah para penulis, para seniman sekaligus para pekerja sejarah. Mereka telah membuktikan eksistensi dirinya dengan melahirkan karya-karya besar.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa hal yang bisa membuatmu dikenang. Bisa membuktikan eksistensimu di dunia ini. Menulis hanyalah salah satunya, dan menurut saya, juga yang paling mudah. Tinggal kita merekam momen-momen yang penting dan menarik bagi kita dan membagikannya dengan orang lain. Sebuah karya adalah “jasad kedua” dari seseorang yang bisa memperpanjang umurnya dan membuat namanya terus dikenang.

Terkahir, untuk penggugah semangat, saya tuliskan ucapan Imam Al Ghazali sebagai berikut:
“Bila kau bukan anak raja, bukan pula ulama besar, maka menulislah”

Padang, 5/3/14

0 komentar:

Post a Comment

Hargailah penulis dengan memberikan apresiasi berupa komentar atau membagikan. Karena tulisan ini sungguh dibuat dengan perasaan. Semoga bermanfaat.